1. Pengertian pendidikan islam
Menurut bahasa pengertian pendidikan islam yaitu “tarbiyah”,dengan
kata kerja“rabba”. Sedangkan “pendidikan islam”dalam bahasa arabnya adalah
“TarbiyahIslamiyah”.Kata kerja rabba {mendidik} sudah digunakan sejak pada
zaman nab Muhammad SAW seperti terlihat dalam Alquran dan Hadist Nabi.Menurut
istilah kegiatan yang dilakukan Nabi dalam meyampaikan seruan agama
dengan berdakwah,meyampaikan ajaran, memberi contoh , melatih keterampilan
, dan menciptakan lingkungan social yang mendukung pelaksana
ide pembentukan pribadi muslim.Jadi pendidikan islam adlah sekaligus
pedidikan iman dan pendidikan amal, maka pedidikan islam adalah pedidikan
individu dan pedidikan masyarakat.
2.Manusia dan pendidikan
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Bukti
paling kongkrit yaitu manusia memiliki kemampuan intelegesi dan daya nalar
sehingga manusia mampu berifikir, berbuat, dan bertindak untuk membuat
perubahan dengan maksud pengembangan sebagai manusia yang utuh. Kemampuan
seperti itulah yang tidak dimiliki oleh makhluk Tuhan lainnya. Dalam kaitannya
dengan perkembangan individu, manusia dapat tumbuh dan berkembang melalui suatu
proses alami menuju kedewasaan baik itu bersifat jasmani maupun bersifat
rohani. Oleh sebab itu manusia memerlukan Pendidikan demi mendapatkan
perkembangan yang optimal sebagai manusia.
Pada dasarnya ada dua pokok persoalan tentang hakikat manusia. Pertama, telaah tentang manusia atau hakikat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan di muka bumi ini. Kedua, telaah tentang sifat manusia dan karakteristik yang menjadi ciri khususnya serta hubungannya dengan fitrah manusia.Ragam pemahaman tentang hakikat manusia, sbb:
Pada dasarnya ada dua pokok persoalan tentang hakikat manusia. Pertama, telaah tentang manusia atau hakikat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan di muka bumi ini. Kedua, telaah tentang sifat manusia dan karakteristik yang menjadi ciri khususnya serta hubungannya dengan fitrah manusia.Ragam pemahaman tentang hakikat manusia, sbb:
3.
Pengertian teori atau aliran pendidikan
Aliran pendidikan adalah
pemikiran-pemikiran yang membawa pembaruan pendidikan. Pertama, “teori”
dipergunakan oleh para pendidik untuk menunjukkan hipotesis-hipotesis tertentu
dalam rangka membuktikan kebenaran-kebenaran melalui eksperimentasi dan
observasi serta berfungsi menjelaskan pokok bahasannya. O’Connor mendenifisikan
istilah “teori” ini katanya:
Kata
“teori” sebagaimana yang dipergunakan dalam konteks pendidikan secara umum
adalah sebuah tema yang apik. Teori yang dimaksudkan hanya dianggap absah
manakala kita tetapkan hasil-hasil eksperimental yang dibangun dengan baik
dalam bidang psikologi atau sosiologi hingga sampai kepada praktek kependidikaN
1)
Aliran Nativisme
Istilah
nativisme dari kata natie yang artinya adalah terlahir. Tokoh aliran
ini adalah Schopenhauer. Ia adalah filosof Jerman yang hidup pada tahun
1788-1880. Aliran ini
berpandangan bahwa perkembangan mausia itu telah ditentukan oleh faktor-faktor
yang dibawa manusia sejak lahir, pembawaan yang telah terdapat pada waktu
dilahirkan itulah yang menetukan hasil perkembangannya. Menurut kaum nativisme
itu, pendidikan tidak dapat mengubah sifat-sifat pembawaan. Jadi, kalau benar
pendapat tersebut, percumalah kita mendidik atau dengan kata lain pendidikan
tidak perlu. Dalam ilmu pendidikan, hal ini disebut pedagogis pesimisme. Misalnya, seorang anak yang berasal dari orang tua yang ahli seni
musik, akan berkembang menjadi seniman musik yang mungkin melebihi kemampuan
orang tuanya, mungkin juga hanya sampai pada setengah kemampuan orang tuanya.
2)
Aliran
Empirisme
Tokoh aliran
empirisme adalah John Lock, filosof inggris yang hidup pada tahun 1632-1704.
Teorinya dikenal dengan Tabulae Rasae (meja lilin), yang menyebutkan bahwa anak
yang lahir kedunia seperti kertas putih yang bersih. Kertas putih akan
mempunyai corak dan tulisan yang digores oleh lingkungan.
Aliran
empirisme berpendapat berlawanan dengan kaum nativisme karena berpendapat bahwa
dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu sama sekali tidak ditentukan
oleh lingkungannya atau oleh pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak
kecil. Manusia-manusia dapat dididik menjadi apa saja (kearah yang baik maupun
yang buruk) menurut kehendak lingkungan atau pendidiknya. Dalam pendidikan,
pendapat kaum empiris ini terkenal dengan nama optimisme pedagogis. Aliran
empirisme dipandang berat sebelah sebab hanya mementingkan peranan pengalaman
yang diperoleh dari lingkungan. Sedangkan kemampuan dasar yang dibawa anak
sejak lahir dianggap tidak menentukan, menurut kenyataan dalam kehidupan
sehari-hari terdapat anak yang berhasil karena berbakat, meskipun lingkungan
sekitarnya tidak mendukung. Keberhasilan ini disebabkan oleh adanya kemampuan
yang berasal dari dalam diri yang berupa kecedasan atau kemauan keras, anak berusaha
mendapatkan lingkungan yang dapat mengembangkan bakat atau kmampuan yang telah
ada dalam dirinya.
Misalnya: Suatu
keluarga yang kaya raya ingin memaksa anaknya menjadi pelukis segala alat
dibelikan dan pendidik ahli didatangkan. Akan tetapi gagal, karena bakat
melukis pada anak itu tidak ada. Akibatnya dalam diri anak terjadi konflik,
pendidikan mengalami kesukaran dan hasinya tidak optimal.
4) Aliran
Konvergensi
Tokoh aliran
konvergensi adalah William Stern. Ia seorang tokoh pendidikan jerman yang hidup
tahun 1871-1939. Aliran konvergensi merupakan kompromi atau kombinasi dari
aliran nativisme dan empirisme. Aliran ini berpendapat bahwa anak lahir didunia
ini telah memiliki bakat baik dan buruk, sedangkan perkembangan anak
selanjutnya akan dipengaruhi oleh lingkungan. Jadi, faktor pembawaan dan
lingkungan sama-sama berperan penting.
Anak yang
mempunyai pembawaan baik dan didukung oleh lingkungan pendidikan yang baik akan
menjadi semakin baik. Sedangkan bakat yang dibawa sejak lahir tidak akan berkembang
dengan baik tanpa dukungan lingkungan yang sesuai bagi perkembangan bakat itu
sendiri. Sebaliknya, lingkungan yang baik tidak dapat menghasilkan perkembangan
anak secara optimal jika tida didukung oleh bakat baik yang dibawa anak.
Karena itu
teori W. Stern disebut teori konvergensi (konvergen artinya memusat ke satu
titik). Jadi menurut teori konvergensi:
1)
Pendidikan
mungkin untuk dilaksanakan.
2)
Pendidikan
diartikan sebagai pertolongan yang diberikan lingkungan kepada anak didik untuk
mengembangkan potensi yang baik dan mencegah berkembangnya potensi yang kurang
baik.
3)
Yang membatasi
hasil pendidikan adalah pembawaan dan lingkungan.
Aliran
konvergensi pada umumnya diterima secara luas sebagai pandangan yang tepat
dalam memahami tumbuh-kembang manusia. Meskipun demikian, terdapat variasi
pendapat tentang factor mana yang paling penting dalam menentukan
tumbuh-kembang itu. Dari sisi lain, variasi pendapat itu juga melahirkan
berbagai pendapat/gagasan tentang belajar mengajar, seperti peran guru sebagai
fasilitator ataukah informator, teknik penilaian pencapaian siswa dengan tes
objektif atau tes esai, perumusan tujuan pengajaran yang sangat behavioral,
penekanan pada peran teknologi pengajaran (The Teaching Machine, belajar berprogram,
dan lain-lain) dan sebagainya.
Dengan
demikian, aliran konvergensi menganggap bawa pendidikan sangat bergantung pada
faktor pembawaan atau bakat dengan lingkungan.
4. Dasar dan Tuuan Pendidikan Islam
1). Dasar
Pendidikakan Islam
Yang dimaksud dengan dasar pendidikan adalah
pandangan hidup yang mendasari seluruh aktifitas pendidikan. Karena dasar
menyangkut masalah ideal dan fundamental, maka diperlukan landasan dan
pandangan hidup yang kokoh dan kmprehensif, serta tidak berubah. Hal ini
karenatelah diyakini kebenarannya yang telah teruji oleh sejarah. Kalau
nilai-nilai sebagai pandangan hidup yang dijadikakn dasar pendidikanitu
bersifat relatif da temporal, maka pendidikan akan mudah terombanh ambing oleh
kepentingan dan tuntutan sesaat yang bersifat teknis dan pragmatis.
Sebagai aktifitas yang bergerak dalam proses
pembinaan kepribadian muslim, maka pendidikan Islam memerlukan asas atau
dasar yang dijadikan landasan kerja.
Dengan daar ini akan memberi arah bagi pelaksanaan pendidikan yang telah diprogramkan. Dalam konteks
ini,dasar yang menjadi acuan pendidikan Islam hhendaknya meruoakan sumber nilai
kebenaran dan kekuatan yang dapat mengantarkan peserta didik kearah pencapaian
pendidikan. Oleh karena itu, dasar yang terpenting dari pendidikan Islam adalah
al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah (hadis).
5. Pengertian alat pendidikan Islam
1. Sutari Imam
Bernadib
Suatu tindakan, perbuatan, atau situasi atau benda yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai suatu pendidikan.
2. Ahmad D. Marimba
Alat pendidikan sebagai segala sesuatu yang dipergunakan dalam usaha mencapai tujuan pendidikan.
3. M. Ngalim Purwanto
Sebagai usaha-usaha atau perbuatan-perbuatan dari si pendidik yang ditujukan untuk melaksanakan tugas mendidik.
Sebagai usaha, pendidikan juga merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, bahkan suatu tujuan, dilihat dari hirarkinya bisa juga menjadi alat (bernilai instrumental).
Suatu tindakan, perbuatan, atau situasi atau benda yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai suatu pendidikan.
2. Ahmad D. Marimba
Alat pendidikan sebagai segala sesuatu yang dipergunakan dalam usaha mencapai tujuan pendidikan.
3. M. Ngalim Purwanto
Sebagai usaha-usaha atau perbuatan-perbuatan dari si pendidik yang ditujukan untuk melaksanakan tugas mendidik.
Sebagai usaha, pendidikan juga merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, bahkan suatu tujuan, dilihat dari hirarkinya bisa juga menjadi alat (bernilai instrumental).
6. Lapangan penelitian pendidikan islam
Lapangan penelitian
prndidikan islam adalah tempat di mana berlangsungnya suatu pendidikan baik
formal, nonformal, dan informal. Pendidikan formal meliputi pendidikan dalam
sekolah baik dalam lembaga pendidikan islam maupun pendidikan umum, pendidikan
nonformal meliputi pendidikan yang diperoleh dalam pergaualan sehari-hari dalam
masyarakat baik dan buruknya, dan pendidikan informal meliputi pendidikan yang
diperoleh dalam lingkungan keluarga. Di mana ketiga hal tersebut saling
berhungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar